Selamat Mengunjungi Di Situs Blog Amoghy News

Senin, 03 Juni 2013

Puisi Ungkapan Patah Hati karena Cinta

Kisah 31 Mei 2013 Patah Hati.

Puisi Ungkapan Patah Hati karena Cinta
Cinta membuat segalanya indah, karena cinta sesuatu yang pahit jadi manis, karena cinta yang sebuah luka jadi bahagia, kekuatan cinta memang sungguh luar biasa. Keindahan nya melebihi nikmat apa pun yang ada di dunia ini. Sebuah anugerah luar biasa yang harus kita syukuri.

Namun apa jadinya jika cinta yang indah itu tiba-tiba menjadi sebuah duka dan lara, bak sambaran petir menghantam bebatuan. Cinta yang dulu terasa indah kini serasa sebuah neraka yang dipenuhi duka dan lara. Begitulah mungkin yang dirasakan
Bagi anda-anda yang sedang patah hati.

Sebuah puisi tentang ungkapan patah hati akan saya sajikan buat si dia di bawah ini :

Kau.engkau.cintaaku Badita

Nirwana, surga, nikmat tak hingga
Sebuah naungan, impian setiap insan
Kau berikan warna, dalam setiap langkah
Kau pancarkan cahaya cintamu.

Bergetar, mengelegar.
Tamparan pedih, perih, sakit
Menusuk kulit, tulang, jantung
Tinggalkan luka, kau tusukan
Tajamnya pisau dalam lemah, hatiku
Saat kau ucapkan kata-kata itu
Sungguh tak kuasa kerebahkan rasa sakitnya hatiku

Teteskan air mata ini,
Ku lepas Dalamnya sanubari
Wahai engkau Cintaku Badita.


Demikian puisi tentang patah hati ini tergores pada Tanggal 31 Mei 2013 KPR Black Pasor Nabire..

Read more »

Minggu, 05 Mei 2013

Sejarah Singkat Bangsa Papua Barat (1961)

Pada bulan Desember 1950, PBB memutuskan bahwa Papua bagian barat memiliki hak merdeka sesuai dengan pasal 73e Piagam PBB.[3] Karena Indonesia mengklaim Papua bagian barat sebagai daerahnya, Belanda mengundang Indonesia ke Mahkamah Internasional untuk menyelesaikan masalah ini, namun Indonesia menolak. Setelah Indonesia beberapa kali menyerang Papua bagian barat.

Belanda mempercepat program pendidikan di Papua bagian barat untuk persiapan kemerdekaan. Hasilnya antara lain adalah sebuah akademi angkatan laut yang berdiri pada 1956 dan tentara Papua pada 1957. Sebagai kelanjutan, pada 17 Agustus 1956 Indonesia membentuk Provinsi Irian Barat dengan ibukota di Soasiu yang berada di Pulau Tidore, dengan gubernur pertamanya, Zainal Abidin Syah yang dilantik pada tanggal 23 September 1956.[4]

Pada tanggal 6 Maret 1959, harian New York Times melaporkan penemuan emas oleh pemerintah Belanda di dekat laut Arafura. Pada tahun 1960, Freeport Sulphur menandatangani perjanjian dengan Perserikatan Perusahaan Borneo Timur untuk mendirikan tambang tembaga di Timika, namun tidak menyebut kandungan emas ataupun tembaga.[5]

Karena usaha pendidikan Belanda, pada tahun 1959 Papua memiliki perawat, dokter gigi, arsitek, teknisi telepon, teknisi radio, teknisi listrik, polisi, pegawai kehutanan, dan pegawai meteorologi. Kemajuan ini dilaporkan kepada PBB dari tahun 1950 sampai 1961.[6] Selain itu juga didakan berbagai pemilihan umum untuk memilih perwakilan rakyat Papua dalam pemerintahan, mulai dari tanggal 9 Januari 1961 di 15 distrik. Hasilnya adalah 26 wakil, 16 di antaranya dipilih, 23 orang Papua, dan 1 wanita. Dewan Papua ini dilantik oleh gubernur Platteel pada tanggal 1 April 1961, dan mulai menjabat pada 5 April 1961. Pelantikan ini dihadiri oleh wakil-wakil dari Australia, Britania Raya, Perancis, Belanda, dan Selandia Baru. Amerika Serikat diundang tapi menolak.

Dewan Papua bertemu pada tanggal 19 Oktober 1961 untuk memilih sebuah komisi nasional untuk kemerdekaan,
bendera Papua, lambang negara, lagu kebangsaan ("Hai Tanahkoe Papua"), dan nama Papua. Pada tanggal 31 Oktober 1961, bendera Papua dikibarkan untuk pertama kali dan manifesto kemerdekaan diserahkan kepada gubernur Platteel. Belanda mengakui bendera dan lagu kebangsaan Papua pada tanggal 18 November 1961, dan peraturan-peraturan ini mulai berlaku pada tanggal 1 Desember 1961.

Maka pada tanggal 1 Desember 1961 merupakan hari bersejarah bagi rakyat Papua. Oleh karena itu rakyat Papua memperingati hari kermerdekaannya pada tiap tanggal 1 Desember 1961 tersebut.

Read more »