- Oleh
Rabu, 17 November 2021
09.08
Bung Amoghy
Artikel
No comments
Kamis, 11 November 2021
07.58
Bung Amoghy
Artikel
No comments
Artikel Oleh Gembala Dr. Socratez Yoman Kolonialisme, militerisme, kapitalisme, rasisme, fasisme, ketidakadilan, marginalisasi, pelanggaran berat HAM, genosida (genocide), sejarah Pepera 1969 yang cacat hukum, moral dan tidak demokratis yang dimenangkan ABRI (kini: TNI) dengan moncong senjata adalah sumber sejarah konflik kekerasan Negara yang terlama/terpanjang di Asia yang menyebabkan wilayah Papua menjadi luka membusuk dan bernanah di dalam tubuh bangsa Indonesia. Rabu, 10 November 2021
22.35
Bung Amoghy
West Papua
No comments
Ini dapat menimbulkan beberapa pertanyaan?
Apa yang Rakyat Papua Inginkan..?
Mengapa rakyat Papua Barat ingin merdeka di luar Indonesia?
Mengapa rakyat Papua Barat masih tetap meneruskan perjuangan mereka?
Kapan mereka mau berhenti berjuang?
Ada empat faktor yang mendasari keinginan rakyat Papua Barat untuk memiliki negara sendiri yang merdeka dan berdaulat di luar penjajahan manapun, yaitu:
1. Hak
2. Budaya
3. Latar Belakang Sejarah
4. Realitas Kehidupan
02.27
Bung Amoghy
Ilustrasi
No comments
Sekelompok turis memiliki waktu tiga puluh menit untuk menyaksikan matahari terbit di puncak gunung.
Begitu fajar tiba, semua sibuk berfoto. Akibatnya, mereka tidak sempat berdiam diri untuk menyaksikan indahnya momen itu; saat sinar matahari perlahan-lahan menerangi gunung dan lembah; saat langit berubah menjadi jingga; betapa agungnya burung-burung elang terbang di kejauhan dengan pekikan suara membelah kesunyian pagi; menikmati hangatnya matahari pagi menerpa wajah.
Para turis pulang dengan hanya membawa koleksi foto, tetapi kehilangan momen terindah! Mereka pernah ke sana, tetapi tak pernah sungguh hadir di sana.
Hal serupa terjadi atas Marta. Ketika Yesus mendatangi rumahnya, ia sibuk memasak. Marta ingin menjadi tuan rumah yang baik. Namun, kesibukan itu membuatnya kehilangan momen untuk bersama-sama dengan Yesus. "Hanya satu saja yang perlu," kata Yesus. Dia tidak perlu makanan lezat. Dia mengharapkan kehadiran Marta. Sebuah persekutuan seperti yang dilakukan oleh Maria.
Tuhan kerap memberi momen yang indah kepada kita. Momen untuk beribadah di gereja. Momen untuk bercengkerama bersama keluarga. Momen untuk menunjukkan rasa cinta pada hari ulang tahun kekasih kita. Momen untuk menyaksikan keindahan alam ciptaan Tuhan. Pastikan kita benar-benar hadir dan menikmati tiap momen. Jangan sampai kesibukan kita merusak momen itu.
02.21
Bung Amoghy
Artikel
No comments
Oleh Dr. Socratez S.Yoman
1. Pendahuluan
Penguasa Indonesia, TNI-Polri tidak sadar bahwa bayi atau anak yang bernama Separatis adalah hasil dari kawin paksa. Indonesia kawin paksa dengan West Papua yang melahirkan bayi atau anak yang benama Separatis.
Bayi separatis itu tidak turun dari langit. Bayi separatis itu tidak lahir sendiri. Bayi separatis itu ada bapak dan ibunya. Ayah dan ibunya ialah pemerintah Indonesia dan TNI-Polri.
Bayi separatis lahir dari hasil kawin paksa Indonesia, TNI-Polri dengan bangsa West Papua. Anak yang bernama separatis itu tidak terima kawin paksa maka bayi separatis itu melakukan penolakan dan perlawanan karena bayi anggap diri sebagai anak haram dan anak tidak sah. Pepera 1969 peristiwa kawin paksa dengan moncong senjata.
Rakyat West Papua adalah sebuah bangsa. Ia bukan sebuah provinsi. Pendudukan dan penjajahan Indonesia di West Papua ialah ilegal. Penguasa Indonesia adalah penjajah dan kolonial moderen. Proses pengintegrasian juga dengan proses ilegal. Penggabungan West Papua ke dalam wilayah Indonesia dengan moncong senjata/kawin paksa dan sangat tidak manusiawi. Hermanus Wayoi (Herman) pernah mengabadikan satu pernyataan sebagai berikut:
" Secara de facto dan de jure Tanah Papua atau Irian Barat tidak termasuk wilayah Indonesia berdasarkan Proklamasi 17 Agustus 1945. Jadi, Tanah Papua bukan wilayah Indonesia, melainkan dijadikan daerah perisai/tameng atau bemper bagi Republik Indonesia."
(Sumber: Tanah Papua (Irian Jaya) Masih Dalam Status Tanah Jajahan. Dikutip dalam buku Pemusnahan Etnis Melanesia: Memecah Kebisuan Sejarah Kekerasan di Papua Barat: Yoman, 2007
Menurut Dr. George Junus Aditjondro, bahwa, "Dari kaca mata yang lebih netral, hal-hal apa saja yang dapat membuat klaim Indonesia atas daerah Papua Barat ini pantas untuk dipertanyakan" ( 2000, hal.8).
Sementara Robin Osborn berpendapat: "...bahwa penggabungan daerah bekas jajahan Belanda itu ke dalam wilayah Indonesia didasarkan pada premis yang keliru....Kini, premis ini diragukan keabsahannya berdasarkan hukum Internasional" (2000, hal. xxx).
Pdt. Dr. Karel Phil Erari menegaskan: "Secara hukum, integrasi Papua ke dalam NKRI bermasalh" (2006, hal. 182).
Seluruh rakyat Indonesia dan komunitas Internasional tidak tahu tentang kejahatan, kekejaman dan brutalnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merampok hak politik rakyat dan bangsa West Papua pada 1969 yang mengakibatkan kawin paksa.
Menurut Amiruddin al Rahab: "Papua berintegrasi dengan Indonesia dengan punggungnya pemerintahan militer." (Sumber: Heboh Papua Perang Rahasia, Trauma Dan Separatisme, 2010: hal. 42).
Apa yang disampaikan Amiruddin, ada fakta sejarah, militer terlibat langsung dan berperan utama dalam pelaksanaan PEPERA 1969. Duta Besar Gabon pada saat Sidang Umum PBB pada 1969 mempertanyakan pada pertanyaan nomor 6: "Mengapa tidak ada perwakilan rahasia, tetapi musyawarah terbuka yang dihadiri pemerintah dan militer?"
(Sumber: United Nations Official Records: 1812th Plenary Meeting of the UN GA, agenda item 108, 20 November 1969, paragraf 11, hal.2).
"Pada 14 Juli 1969, PEPERA dimulai dengan 175 Anggota Dewan Musyawarah untuk Merauke. Dalam kesempatan itu kelompok besar tentara Indonesia hadir..." (Sumber: Laporan Resmi PBB Annex 1, paragraf 189-200).
Surat pimpinan militer berbunyi: " Mempergiatkan segala aktivitas di masing-masing bidang dengan mempergunakan semua kekuatan material dan personil yang organik maupun B/P-kan baik dari AD maupun dari lain angkatan. Berpegang teguh pada pedoman. Referendum di Irian Barat (IRBA) tahun 1969 HARUS DIMENANGKAN, HARUS DIMENANGKAN..." (Sumber: Surat Telegram Resmi Kol. Inf.Soepomo, Komando Daerah Daerah Militer Tjenderawasih Nomor: TR-20/PS/PSAD/196, tertanggal 20-2-1967, berdasarkan Radio Gram MEN/PANGAD No:TR-228/1967 TBT tertanggal 7-2-1967, perihal: Menghadapi Refendum di IRBA ( Irian Barat) tahun 1969).
Militer Indonesia benar-benar menimpahkan malapetaka bagi bangsa West Papua. Hak politik rakyat dan bangsa West Papua benar-benar dikhianati. Hak dasar dan hati nurani rakyat West Papua dikorbankan dengan moncong senjata militer Indonesia. Kekejaman TNI bertolak belakang dengan fakta menyatakan mayoritas 95% rakyat West Papua memilih untuk merdeka.
"...bahwa 95% orang-orang Papua mendukung gerakan kemerdekaan Papua."
(Sumber: Pertemuan Rahasia Duta Besar Amerika Serikat utk Indonesia dengan Anggota Tim PBB, Fernando Ortiz Sanz, pada Juni 1969: Summary of Jack W. Lydman's report, July 18, 1969, in NAA).
Duta Besar RI, Sudjarwo Tjondronegoro mengakui: "Banyak orang Papua kemungkinan tidak setuju tinggal dengan Indonesia."
(Sumber: UNGA Official Records MM.ex 1, paragraf 126).
Dr. Fernando Ortiz Sanz melaporkan kepada Sidang Umum PBB pada 1969:
"Mayoritas orang Papua menunjukkan berkeinginan untuk berpisah dengan Indonesia dan mendukung pikiran mendirikan Negarva Papua Merdeka." (Sumber: UN Doc. Annex I, A/7723, paragraf 243, hal. 47).
2. Apakah Ir. Sukarno juga Separatis?
Jawabannya dalam perspektif kolonial Belanda, ya dan benar bahwa Ir. Sukarno adalah separatis karena ia melawan kedaulatan penjajah dan kolonial Belanda di Indonesia. Karena itu, pemimpin pemberontak dan separatis ini ditangkap penguasa Belanda dan mengasingkan Sukarno di Boven Digul dan pulau Ende di Flores.
Apa bedanya Ir. Sukarno sebagai separatis melawan kolonial Belanda dan para pejuang West Papua Merdeka yang melawan kolonial Indonesia?
Contoh lain ialah kolonial Apartheid memberikan stigma kepada Nelson Rolihlahla Mandela ialah pemimpin Komunis yang berjuang untuk menggulingkan pemerintahan Apartheid yang sah di Afrika Selatan. Nelson yang lahir pada 18 Juli 1918 dituduh Apartheid bahwa orang yang berbahaya yang melawan Undang-Undang Anti Komunisme.
Contoh lain adalah Mahatma Gandhi adalah pembela atau penasihat hukum orang-orang India di Afrika Selatan. Di Afrika Selatan, secara sopan orang India disebut 'orang berwarna.' Sedangkan secara kasar disebut 'coolie atau 'Sami' yang artinya buruh dan pelayan. Jadi, Mahadma Gandhi diberikan stigma penasihat para "coolie" atau "Sami."
Dalam stigma yang merendahkan martabat dirinya dan bangsanya dengan sebutan "Coolie dan Sami", Gandhi segera mendidik dirinya untuk memperjuangkan nasib buruk orang India di Afrika Selatan, memimpin gerakan untuk menyuarakan serta menuntut penghormatan hak hidup mereka.
Gandhi mengatakan: "Jadi, Tuhan meletakkan batu landasan hidup saya di Afrika Selatan, dan menuai benih perjuangan penghormatan diri sebagai bangsa." (Sumber: John MacCain bersama Mark Salter: Karakter-Karakter yang Menggugah Dunia, 2002, hal. 17).
Benny Wenda juga diberikan stigma sebagai buronan penjahat oleh penguasa kolonial Indonesia. Ternyata lidah panjang Indonesia dipotong dan mulut besar kolonial Indonesia dibungkam oleh Walikota Oxford, The Lord Mayor of Oxford, Councillor Craig Simmons pada 17 Juli di Oxford City, bahwa Benny Wenda ialah pemimpin terhormat dan setara dengan pemimpin dunia yang lain. Karena Benny Wenda telah memberikan kontribusi positif di Oxford dan juga di seluruh dunia. Penghargaan untuk Benny Wenda merupakan penghargaan dan penghormatan rakyat dan bangsa West Papua.
3. Kami Bukan Separatis. Kami Tuan dan Pemilik Sah Tanah West Papua.
"Tanah West Papua adalah tanah leluhur kami yang diberikan TUHAN kepada leluhur dan nenek moyang bangsa Melanesia. Leluhur dan nenek moyang mewariskan kepada kami. Kami adalah bangsa West Papua dan rumpun Melanesia. Kami bukan separatis. Kami membela dan mempertahankan martabat dan kehormatan bangsa kami. Tanah West Papua dari Sorong-Merauke bahkan sampai Samarai adalah hak kami dan milik kami. Tidak ada bangsa lain dan orang yang menduduki dan menjajah kami. Kami tahu, kami mengerti, kami belajar dan kami alami Indonesia adalah bangsa kolonial Firaun moderen yang menduduki, menjajah, menindas, merampok, mencuri dan menjarah atas hidup dan tanah kami. KAMI TIDAK TAKUT & GENTAR KEPADA PARA PEMBUNUH DAN PERAMPOK YANG TIDAK PUNYA MORAL DAN HATI NURANI."
Tidak ada yang harus ditakuti. Terlalu hina kalau Tuan Tanah Takut kepada penjajah dan perampok dan pembunuh yang nama Indonesia. Sadarlah, Bangkitlah, hai.....anak-anak Negeri West Papua. Sudah cukup lama martabat kami direndahkan. Sudah cukup lama kami dibuat seperti hewan dan binatang.
Ingat! Leluhur dan Nenek Moyang kami tidak tahu namanya Indonesia atau NKRI.
Ingat! TUHAN tidak larang West Papua Merdeka. Kitab Suci Alkitab tidak larang West Papua merdeka. Gereja tidak larang West Papua Merdeka. Tetapi yang dilarang TUHAN, dilarang Alkitab dan dilarang Gereja ialah JANGAN MEMBUNUH DAN JANGAN MENCURI (Keluaran 20:13,15).
Mengapa kita sebagai bangsa yang bermatabat dan berdaulat, diam, takut dan membisu ketika Orang Asli West Papua dibantai atas nama NKRI oleh penguasa kolonial kejam Indonesia, TNI-Polri sebagai orang-orang pendatang, tamu? Perilaku para kriminal dan penjahat ini harus dihentikan dan disadarkan bahwa mereka tidak mempunyai hak atas tanah, rakyat dan bangsa West Papua.
Doa dan harapan saya, tulisan ini menjadi berkat pencerahan, inspirasi dan semangat keberanian.
Ita Wakhu Purom, 26 Juli 2019.
01.04
Bung Amoghy
Curhat
No comments
Pada sunyi malam sosokmu terus membayangiku
Kuterka gambar wajahmu yang terlintas dibenakku
Kau, si pemilik senyum tipis dengan rona pipi merah berhasil memikatku
Serta tatapan tajam yang membuat tenang hatiku
Kau si pemikat senyum Pesonamu telah memicu andrenalinku
Untuk berani berucap bahwa : aku mengagumimu
Namun lidahku terasa kaku
Perasaan takut selalu menghinggapiku
Akankah kau mengacuhkanku? atau
Kau mempunyai rasa yang sama denganku?
Entah kekagumanku ini pertanda cinta
Sebab malam selalu menjelma bayangmu
Mengetuk pintu syaraf sadarku
Agar bernyali ungkapkan satu kata
Bahwa; Aku Mengagumimu Namum Aku membencimu.Gadis Baya Biru peranakan Tionghoa (Tibar).
Selasa, 14 September 2021
![]() |
| Ilustrasi-Salam |
Ketika kita mendapatkan salam dari orang lain, baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal, ada perasan bahagia dan senang di dalam hati kita, berarti kita mendapatkan perhatian dari orang lain.
Salam adalah pesan yang ingin disampaikan kepada kita. Salam adalah bentuk ungkapan hati yang memiliki nilai dan memberikan makna damai sejahtera bagi siapa saja yang menerima salam itu.
Keadaan sekarang membuat kita sudah semakin sulit menjumpai seorang di jalan atau di mana saja mengucapkan selamat pagi, selamat siang, selamat sore atau selamat malam. Yang terjadi adalah tidak ada damai sejahtera.
Sebagai anak-anak Tuhan marilah kita belajar untuk menyapa terlebih dahulu memberikan salam kepada orang-orang yang kita jumpai di mana saja kita berada, saat kita berpapasan di jalan atau di mana saja. Dengan memberikan salam dengan sendirinya kita telah mengucapkan pesan, kabar gembira, damai sejahtera kita kepada siapa saja.
Salam🙏🏿
#WargaDUMAY
#SELAMAT
#Pagi_Siang_Sore_Malam
11.57
Bung Amoghy
cerpen
No comments
![]() |
| Ilustrasi-Panci (Belanga) |
Sang mentari mulai menampakkan diri, sinarnya yang berwarna kuning kemerahan kini mulai menutupi setiap sudut tempat. Seorang pemuda kini tengah berdiri di lorong jalan depan tempat permainan roleks. Tampak ekspresi ceria disertai senyuman tipis manis di wajahnya. Dengan memakai suiter berwarna biru menutupi tubuhnya. Pria itu memegang (Belanga Hitam) yang isinya masih misterius, beralas kantong plastik hitam.
Pria itu meletakkan belanga miliknya di sudut meja. Dengan dihiasi senyuman,ia mengajak aku untuk menemani dirinya, dengan sedikit canda kami duduk bercerita tentang kejadian di dini hari tadi.
Waktu kini mulai berlalu kami beranjak dari tempat duduk. Bergegas menuju tempat permainan bola sedok, pemuda itu pun membawa Belanga kesayangan miliknya. Aku pun penasaran dengan dengan isi belanga itu, hendak bertanya namun Pemuda itu tdk memberitahu isinya.
25 menit menempuh perjalanan menggunakan motor matic, kami pun tiba di tempat permainan bola sedok, dan membeli coin permainan. Si Ongko pemilik bola sedok merasa penasaran dengan apa isi belanga?yang di bawah Pemuda bersuiter biru. Ongko pun mendekati belanga itu dan membuka penutupnya "Ular.. ular.. ulaarrrrr........!!!" Sahut Ongko dengan suara terkejut. Ongko terdiam menjauh seribu bahasa dari pandangan kami.
Kami pun hanyut dalam tawa, dasar Belanga Hitam Ajaib..😂😂
Wasalam 🙏🏿
Salam Sehat
#PaceOP😂😂
11.44
Bung Amoghy
Berita
No comments
Ciri-ciri anggota setanic,dan aksesoris yang digunakan :
Kalung Besi Putih & liontin:
1. Baphomet
2. Pentagram (Bintang 5 terbalik)
3. Dolpin
4. Sabil terbalik
5. Drak Angel (Salib tengkorak)
Cincin :
1. Pentagram
2. Dolpin
3. Salib terbalik
4. Cincin tengkorak
Baju :
1. Hitam
2. Putih
Hitam cenderung hitam semua (baju-celana)
Putih cenderung putih semua (baju-celana)
Topi :
1. Love Diabus
2. Love Hell
3. Love Lust
3. LoveL
Sering di jual di pasaran.
Waspada...!!
Kita adalah target dalam penyesatan saat ini.
Kalau sdh ketemu dng Mereka yang memakai aksesoris diatas.
#DuniaGELAP
#MONGOLSTREES
Kamis, 02 September 2021
16.07
Bung Amoghy
West Papua
No comments
Hari itu adalah tanggal 30 agustus 2021, hari yang paling bersejarah untukku. Mungkin orang lain akan menghiraukan tanggal itu tetapi tidak buatku. Aku dijaga ketat aparat keamanan berseragam lengkap dan preman. Tanggal 30 agustus adalah tanggal dimana ibuku menjenguk di Rumah Sakit Dok 2.
Dunia. Andai kau tahu dan dapat menceritakan pada semesta tentang kisah ini, serta kasih sayang seorang ibu yang paling dalam adalah, ketika melihat anaknya tersenyum, dalam kebahagiaan. Seperti embun yang menyejukkan rumput-rumput hijau ketika mentari menyembul. Seperti matahari yang terus bersinar menerangi semesta.
Kasih sayang seorang ibu. Sungguh tak terkira limpahannya. Apapun akan ibu lakukan demi membuatnya anaknya senang. Ya, hanya demi membuat separuh hatinya itu bisa tersenyum.
Cucuran airmata pun berderai di tempat pembaringan (Ruang Paru), salam hangat pelukan sang bunda membuat aku tersenyum dalam kesakitan.
Dalam hening,ibuku duduk di sampingku dan berkata."Kami kemarin sore tiba dengan pesawat Garuda." Dengan nada suara yang masih menyimpan tangis sahut sang bunda, padaku.
Wasalam..!!
😭😭😭😭
#BEBASKAN_VY
#Hidup_MAMA_PAPUA
#GOD_BLESS
Jumat, 27 Agustus 2021
10.24
Bung Amoghy
Berita
No comments
Minggu, 15 Agustus 2021
21.09
Bung Amoghy
cerpen
No comments
Burung merpati adalah burung yang sering dijadikan lambang cinta, perdamaian, kesucian dan kelemahlembutan. Roh Kudus pun sering dilambangkan dengan burung merpati. Ketika Yesus selesai dibaptis, Roh Kudus turun ke atas-Nya dalam bentuk burung merpati. Peristiwa ini melambangkan bahwa Roh yang turun ke atas Yesus adalah Roh yang suci dan tanpa cela.
Kisah burung merpati juga dijumpai di dalam peristiwa air bah. Ketika bumi tertutup oleh air untuk suatu waktu, Nuh ingin melihat apakah ada daratan yang sudah kering, sehingga ia melepaskan sebuah burung merpati yang akhirnya kembali dengan membawa sehelai daun zaitun yang segar dalam paruhnya. Secara simbolik, kisah burung merpati itu menunjukkan bahwa Allah menyatakan perdamaian kepada manusia setelah air bah membersihkan kejahatan dari muka bumi.
Ada beberapa filosofi yang dapat kita pelajari dari burung merpati.
Pertama, burung merpati adalah burung yang setia terhadap pasangannya. Berbeda dengan beberapa hewan ataupun burung yang berganti-ganti pasangan untuk berkembang biak, merpati adalah burung yang setia terhadap pasangannya. Pasangan burung merpati biasanya satu untuk seumur hidupnya. Itulah alasan mengapa merpati kerap dijadikan sebagai lambang kesetiaan dalam hubungan.
Kedua, burung merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapa pun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain? Jawabannya adalah "tidak!"
Ketiga, burung merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya, "tidak!"
Keempat, burung merpati tahu betul bagaimana membangun sebuah kerjasama. Hal ini terlihat ketika sepasang merpati bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Jika sang betina mengerami, sang jantan berjaga diluar kandang. Jika sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami dan merawat anak mereka.
Kelima, burung merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, sehingga merpati tidak menyimpan "kepahitan-kepahitan" dalam hidupnya. Hal ini memiliki makna bahwa seseorang yang tidak memendam kepahitan dalam hidupnya, berarti dia adalah orang yang tidak menyimpan dendam terhadap siapa pun.
Sudahkah kita setia seperti burung merpati? Sudahkah kita menghargai sesama kita? Sudahkah kita memaafkan untuk setiap kesalahan sesama kita?
Jika seekor burung merpati bisa melakukannya, mengapa manusia tidak bisa? Hidup itu indah jika kita saling mengerti, berbagi dan menghargai.
Sabtu, 14 Agustus 2021
Layaknya kamera yang hasilnya bergantung pada apa yang kita fokuskan, begitupun kehidupan. Kita bisa memfokuskannya untuk memotret hal-hal yang baik, juga bisa untuk menangkap hal-hal yang buruk.
Jadi, pilihannya tergantung kita, apa yang mau kita lihat dan apa yang mau kita fokuskan dalam hidup ini?
Jika kita mampu memotret dan berfokus kepada hal-hal yang baik dan indah yang kita miliki serta menikmati hidup ini, kita akan memiliki kehidupan yang bahagia.
Sebaliknya, jika kita senantiasa berfokus kepada kesialan, cacat, kemalangan, dan cela yang kita atau orang lain miliki, hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup kita, dan berpikir orang selalu mencoba menipu kita atau menjatuhkan kita, sudah dipastikan hidup kita akan penuh dengan drama dan penderitaan.
"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu." (Filipi 4:8-9)
Jumat, 14 Mei 2021
02.54
Bung Amoghy
Curhat
No comments
Semburat mentari menyinari langit
Hingga cahayanya turun ke bumi
Engkau menari di sana
Langkahmu mengayun anggun
Lupakan diriku pada sekelilingku
Yang ku mau hanya bersanding dirimu selalu
Cahaya memancar dari dirimu
Aura keagungan menebar pesona
Siapapun akan hanyut
Sayangku, lihatlah kepadaku
Aku mengagumi dirimu sepenuh hati
Nan tak ada yang menandingi
Oranye kuning jingga biru warna hatiku
Venus hatiku
Aku takluk di hadapmu
"Laporan selesai."
Goresan, Dinand Giyai












