Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 April 2022

Tak ada yang bisa menolak kematian. Saat kematian memasuki ruangan, semua kesenangan hilang. Kebahagian berganti menjadi duka. Awan hitam kegelapan menyelimuti setiap relung jiwa yang ditujunya. Dan sekali lagi tak ada yang bisa menghindarinya.

Rasa rindu menyelimuti hatiku yang sepi ini. Teringat kembali masa-masa kelam  saat bersamamu Enago, ada canda-tawa, nangis dan bertengkar. Mengenang sesuatu yang manis bercampur pahit. Biarkan ku simpan dalam memori hidupku.  Ya, tujuh hari sudah berlalu kau menghilang dari pandangku untuk selamanya.

Air mata ini seraya aliran sungai yang tak pasti di mana letak ujungnya. Bayanganmu seolah telah melekat pasti di dalam jiwa dan ragaku. Sampai di bawah batas kesadaranku pun aku tak mampu sama sekali untuk melupakanmu.

“wahai Enagoku…”
“apa yang sebenarnya terjadi kepadamu?”
“hingga kau tega meninggalkan amo sendiri?”
“apa salahku?”
“katakanlah Enago Waee…”
“jika amo salah tegur amo”
“maafkan amo”
“mungkin hati kecilku, yang amat dalam terasa berat dengan perpisahan ini, namun semua rencana sudah terlanjur dan sudah diatur oleh Tuhan”

Sayang aee...!!
Apikopa wae, semoga Tuhan memberikan tempat yang layak disisiNya. Tiada yang kekal di bumi, sampai jumpa di waktunya Tuhan.

Amolee adalah Kalimat yang selalu Enago ucap dan akan ku ingat dan ku ingat selalu.

Koya uwiii...!!!
Noe Enago ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ


Senin, 27 Desember 2021

Pagi ini, sebuah pesan masuk di WhatsApp ponsel Android milikku pesan tanpa nama pengirim. Siapakah yang mengirim pesan itu? Dengan segera aku membuka Pesan WA misterius itu. Kemudian aku membacanya dengan perlahan.

Nabire, 27 Desember 2021

“Dear Jack Amoghy,

Salam Sejahtera. Hai, apa kabarmu Amo? Sudah lama sekali kita tidak bertemu. Kamu pasti bertanya-tanya siapa aku? Nanti juga kamu akan tahu siapa aku, Amo. Oh ya, happy birthday, Amo. Semoga kamu panjang umur, sehat selalu, dan dapat meraih cita dan cintamu. Jumat besok temui aku di taman kota dekat tugu roket. Ku tunggu kamu jam 10 malam. Semoga kamu datang ya. Dan kamu akan tahu siapa aku nanti. Okey, cukup sampai di sini pesanku. Sampai jumpa jumat besok.

Damai Natal Beserta Kita.

From

Your bestfriend”

FP๐Ÿ‘‰๐Ÿฟ "Tanpa tuntunan Tuhan, aku tak berdaya. Semua kenangan manis maupun pahit ditahun 2021 ini merupakan pengalaman yang berharga dalam hidupku untuk memperbaharuinya dan memulainya di Tahun yang Baru 2022. Teristimewa di hari ini adalah hari yang terindah dalam hidupku, karena Tuhan masih mengijinkan aku mengarungi bahtera kehidupan."

๐Ÿ™๐ŸฟTerimakasih Tuhan Yesus Untuk Semuanya๐Ÿ™๐Ÿฟ


Rabu, 10 November 2021


Pada sunyi malam sosokmu terus membayangiku 

Kuterka gambar wajahmu yang terlintas dibenakku 

Kau, si pemilik senyum tipis dengan rona pipi merah berhasil memikatku 

Serta tatapan tajam yang membuat tenang hatiku


Kau si pemikat senyum Pesonamu telah memicu andrenalinku 

Untuk berani berucap bahwa : aku mengagumimu


Namun lidahku terasa kaku 

Perasaan takut selalu menghinggapiku 

Akankah kau mengacuhkanku? atau 

Kau mempunyai rasa yang sama denganku?


Entah kekagumanku ini pertanda cinta 

Sebab malam selalu menjelma bayangmu 

Mengetuk pintu syaraf sadarku 

Agar bernyali ungkapkan satu kata


Bahwa; Aku Mengagumimu Namum Aku membencimu.Gadis Baya Biru peranakan Tionghoa (Tibar).


Jumat, 14 Mei 2021

Semburat mentari menyinari langit

Hingga cahayanya turun ke bumi

Engkau menari di sana

Langkahmu mengayun anggun

Lupakan diriku pada sekelilingku


Yang ku mau hanya bersanding dirimu selalu

Cahaya memancar dari dirimu

Aura keagungan menebar pesona

Siapapun akan hanyut


Sayangku, lihatlah kepadaku

Aku mengagumi dirimu sepenuh hati

Nan tak ada yang menandingi

Oranye kuning jingga biru warna hatiku

Venus hatiku

Aku takluk di hadapmu


"Laporan selesai."

Goresan, Dinand Giyai


Sabtu, 09 Mei 2020

Aku adalah seorang pelajar di salah satu kota di luar Papua (Jabotabek), dengan kehidupan Kesepian, kesendirian dan kerinduan adalah hal yang akrab dirasakan oleh kami anak rantau. Saat jauh dari orang tua, kami menyimpan permasalahan dan kerinduan kami sendiri tanpa harus bicara langsung pada mereka. Namun tidak pernah kami bagi keluh kesah yang terlalu berat itu.

Bila jauh dari orang tua, kami lebih memilih menceritakan hal yang baik-baik saja. Sebab kami tidak mau permasalahan kami di tanah rantau semakin membebani pikiran mereka.

Di masa pendemi virus corona memang menjadi suatu ketakutan tersendiri bagi kami. Upaya demi upaya dilakukan oleh pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus. Banyak opsi yang bisa dilakukan mulai dari isolasi, social distancing, hingga lockdown.

Kami pun kewalahan dengan berbagi aturan yang di tetapkan oleh pemerintah di tempat kami, lagi pula persediaan Bahan Makanan dan Persediaan lain yang sudah tersedia sangat minim, serta sampai saat ini kami pun tidak mendapatkan bantuan dari Pemerintah Daerah asal kami untuk melengkapi kehidupan keseharian.

Kemanakah Pemerintah Daerah dari tempat asal aku, apakah? "Matamu melihat namun hatimu Membisu." Ini bukan hal yang untuk di sembunyikan.

Sekian..!!!
๐Ÿ™๐Ÿพ❤️๐Ÿ™๐Ÿพ

#CurhatSEORANGpelajarASALDEIYAI

AD BANNER

BTemplates.com

Kategori

AD BANNER

Aku Papua

Aku Papua

Izaak S Kijne

Izaak S Kijne

Firman Tuhan


"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohoni, kamu mengucap syurkur kepada Allah di dalam hatimu"



" KOLOSE 3:16"


Post Top Ad

Your Ad Spot

Sponsor

test
Responsive Ads Here

Pengikut

Popular Posts