Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Minggu, 17 April 2022

Si Dodi di tempat keramat.

Aku Dodii...!!!

Apapun impiku akan aku impikan. 

Berjalan dng waktu. Ekonomi keluargaku semakin merosot, dan terfikir dibenakku, sebuah GOA tempat pertapaan yang banyak HANTU.

Singkat cerita...!!

Setiba di GOA tersebut, pertapaan pun di mulai. Tidak seberapa lama kemudian penghuni goa pun keluar dan menemui aku.

Kami pun berbincang.

Hantu: "Apa yang, bisa ku bantu?"

Dodii: "Aku kesini, untuk mencari kekayaan."

Hantu: "Aku, akan memberikan apapun yang kamu minta.

Asalkan kamu mau turuti kemauanku. (Syarat 2)

Dodii: "aku akan turuti kemauamu?"

Hantu: "Ini yang ku maksudkan." (tumbal).

Dodii: iya.

Dodii pun bergegas pergi dari tempat pertapaannya. Untuk mencari tumbal. Ia pun melewati Jurang terjang, Gunung-gunung, lembah-lembah serta Lautan pun ia sebrangi.

Di benaknya Dodii, Hanyalah TUMBAL (KADO) yang diminta dari si penjaga GOA.

Setiba di kota ia mengatur strategi untuk membunuh KORBAN yang tak BERSALAH, untuk di jadikan tumbal.

Sekian....!!!

#GoaHantuPuSETANmasukKOTA?

#KoBawaDatangUntukTongJadiTumbal?

#KoDatangUntukHABISKANkitaKha?


Selasa, 14 September 2021

Ilustrasi-Panci (Belanga)

Sang mentari mulai menampakkan diri, sinarnya yang berwarna kuning kemerahan kini mulai menutupi setiap sudut tempat. Seorang pemuda kini tengah berdiri di lorong jalan depan tempat permainan roleks. Tampak ekspresi ceria disertai senyuman tipis manis di wajahnya. Dengan memakai suiter berwarna biru menutupi tubuhnya. Pria itu memegang (Belanga Hitam)  yang isinya masih misterius, beralas kantong plastik hitam.

Pria itu meletakkan belanga miliknya di sudut meja. Dengan dihiasi senyuman,ia mengajak aku untuk menemani dirinya, dengan sedikit canda kami duduk bercerita tentang kejadian di dini hari tadi.   

Waktu kini mulai berlalu kami beranjak dari tempat duduk. Bergegas menuju tempat permainan bola sedok, pemuda itu pun membawa Belanga kesayangan miliknya. Aku pun penasaran dengan dengan isi belanga itu, hendak bertanya namun Pemuda itu tdk memberitahu isinya.

25 menit menempuh perjalanan menggunakan motor matic, kami pun tiba di tempat permainan bola sedok, dan membeli coin permainan. Si Ongko pemilik bola sedok merasa penasaran dengan apa isi belanga?yang di bawah Pemuda bersuiter biru. Ongko pun mendekati belanga itu dan membuka penutupnya "Ular.. ular.. ulaarrrrr........!!!" Sahut Ongko dengan suara terkejut. Ongko terdiam menjauh seribu bahasa dari pandangan kami.

Kami pun hanyut dalam tawa, dasar Belanga Hitam Ajaib..๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Wasalam ๐Ÿ™๐Ÿฟ

Salam Sehat

#PaceOP๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Minggu, 15 Agustus 2021



Alam Papua sangat indah, dipandang dan ditelusuri. Sinar mentari pagi tersenyum manis, semanis coklat, tetesan embun masih membekas di antara rimbunan tumbuhan. Dalam kekosongan jiwa ada kekosongan raga, otakku terus berfikir saat ku lihat langit biru, menatap awan putih yang bersih. Sungguh nikmatnya saat panca indra ini dapat selalu merasakan karunia Tuhan, kenikmatan yang tak dapat tergantikan. Entah mengapa ada yang berbeda di hari minggu ini, tak pernah kubayangkan saat membuka mata ada nuansa dan pengalaman baru di tempat ini. Akankah ini bertahan lama? Selalu berdo'a dan berharap untuk mewujudkan semuanya.

Tersadar dalam anganku ketika telephoneku berdering, ku baca pesan singkat WA yang masuk, Keponakanku (None) mengundang berlibur ke Air terjun untuk menghabiskan waktu liburan hari ini. Riang bukan kepalang tanpa berfikir panjang kuiyakan ajakannya. Bergegas kumenyiapkan segala perlengkapan untuk segera berangkat

Tak butuh waktu lama kami siap untuk berangkat ke tempat tujuan. Tempat ini merupakan tempat favorit dijadikan pusat rekreasi para penduduk Nabire. Kota kecil dengan penduduknya yang rukun, ramah dan damai itulah prinsip mereka, tidak ada perselisihan antara sesama, kota yang didiami berbagai suku etnis ibaratkan Nusantara kecil di negara ini.

Memasuki komplek perumahan warga, sangat terasa suasana kemewahan di tempat ini, dibandingkan dengan perkembangan di pusat kota, mobil mewah di setiap rumah, kondisi bangunan yang kokoh dan megah. Setibanya ku di tempat berenang. Canda tawa penuh keceriaan terlihat dari ekspresi kita seperti tak ada beban yang kita rasakan.

Keakraban antara kami seperti keluarga yang tak ada jarak batasnya, aku anggap mereka adalah keluarga terbaikku yang aku miliki. 

Entah berapa menit kemudian datang seorang senior kebetulan beliau juga akrab dengan kami, suasana semakin ramai berkumpul bersama di hari Minggu bersama keluarga, menghabiskan waktu untuk saling berbagi dan potret bersama.

Waktu menunjukkan pukul 12.00 WPB, kami juga sudah terlihat lelah setelah lama menenggelamkan tubuhnya di air terjun. Kami bersiap bergegas untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah berenang ada sesuatu yang harus dilakukan sebelum melanjutkann perjalanan, karna ada suara berteriak dari dalam diri, yaitu perut yang mulai bergemuruh untuk segera di isi bahan bakarnya. Kami sepakat untuk makan di sebuah rumah makan yang terkenal dengan kelezatannya (Ikan Bakar ala Laggari).

Perut sudah terisi kenikmatan duniawi, mengucap syukur atas apa yang kudapatkan hari ini. Perjalanan kami lanjutkan menuju ke istana masing-masing.

"Membosankan Melelahkan namun ada Keceriaan, perjalanan hari ini." Minggu 08-08-21. 
Sekian ๐Ÿ™๐Ÿฟ

Selasa, 23 Juni 2020

Keunikan adalah milik anda sepenuhnya, pernahkah kita mempertimbangkan betapa spesialnya anda dan saya, tak seorang pun yang sama dengan yang lain bahkan tubuh jasmani kita.

Misalnya:
WARNA KULIT, TELINGA, RAMBUT, MATA, HIDUNG, TANGAN, KAKI, JANTUNG DLL.  Bahkan tiada ada seorang pun yang memiliki BAU BADAN sama seperti anda dan saya.

Namun sayangnya kami bangsa Papua sering diungkapkan kata Rasis yang di samakan dengan seekor binatang oleh saudara kami.

Anda, perlu ketahui bahwa bintang pun memiliki keunikan tersendiri contoh, seekor anjing dapat mengenali tuannya dari bau badannya. Sama halnya dengan Gorila, ia akan bangkit melawan  untuk melindungi spesiesnya dari serangan musuh, Ia tidak pernah kalah dari serang musuh.

"Anda dan Saya adalah Istimewa."
"Anda dan Saya sempurna di mata Tuhan."
Sekian..!!

๐Ÿ™๐Ÿฟ❤️๐Ÿ™๐Ÿฟ
#Salam❤️
(Terinspirasi dari bacaan Minggu ini,  Oleh: Pastor Amandus Rahadat, Pr)
#PastorParokiKatedralTimika
#Introspeksi_Diri


Alkisah, ada anak berusia 5 tahun minta dimandikan oleh ibunya. Kedua orangtuanya sangat sibuk dan ketika keinginan anak itu sampaikan kepada ibunya, ibunya menyuruh pembantunya memandikan si kecil. Ketika ibunya pulang, ia mendapati bahwa anak itu belum mandi dan ia memarahinya.

Pagi-pagi, anak itu sudah ada di pintu kamar ibunya. Ketika ibunya mau pergi, ibunya memarahi dan menyuruh pembantunya untuk memandikan, sedangkan ibunya pergi tanpa menghiraukan permintaan anaknya.

Siang itu, si anak sakit demam tinggi. Si pembantu berusaha menghubungi handphone tuan dan nyonyanya, tetapi tidak terhubung. Pembantu ini kebingungan dan meminta tolong tetangga untuk membawa anak itu ke dokter. Di tengah perjalanan, si anak meninggal.

Sore harinya telepon baru terhubung. Dengan ketakutan, si pembantu memberitahukan bahwa anak itu meninggal. Dengan tergesa-gesa, sang ibu datang dan menemukan anak itu terlentang kaku. Dengan berlinang air mata, ibu itu bertanya, "Apa yang terjadi sebelum anaknya meninggal?" Pembantu itu memberitahukan bahwa si anak ingin ibunya memandikannya. Dengan linangan air mata, ibu itu memandikan anak yang sudah kaku---sudah terlambat, nasi sudah jadi bubur.

Sekian..!!!
๐Ÿ™๐Ÿฟ๐Ÿค—๐Ÿ™๐Ÿฟ

Selasa, 12 Mei 2020

Suatu ketika muncul bencana bagi para tikus yang tinggal di rumah Karto sejak disitu tinggal si hitam, seokor kucing yang berkuasa. Sudah banyak tikus yang mati dimangsa oleh si hitam.

Di tengah malam, tikus-tikus itu berkumpul untuk mengadakan rapat yang dipimpin oleh tikus yang paling tua. Acara pokok rapat adalah "Menanggulangi aksi si hitam". Mereka tampak serius dengan pendapat masing-masing. Ada yang mengusulkan pindah dari rumah itu, tetapi pendapat itu didamprat oleh tikus yang berkumis tebal, "Apa? pindah? Tidak setuju! Masa kita harus pindah dari sini kita tinggal lebih dulu daripada si hitam; lebih baik kita serbu saja si hitam beramai-ramai." Tiba-tiba berdiri di tikus yang wajah ganteng, "Jangan! Nanti bisa menimbulkan banyak korban, kita yang berjuang hanya bermodal kenekatan, tetapi akal dan hati nurani pun disertakan."

Demikianlah mereka memperdebatkan pendapat masing-masing. Untunglah pemimpin rapat bijaksana dengan menerima pendapat yang sederhana. "Hadirin semua, begini, mari kita pasang kelinting pada leher si hitam saat ia tidur. Dengan demikian, apabila si hitam berjalan mendekat kita semua dapat menyelamatkan diri." "Usulan yang bagus!" Semua hadirin setuju. Si kumis tebal berdiri lagi, "Mari kita lakukan dengan segera keputusan tadi  demi kesejahteraan kita semua." Tiba-tiba berdirilah tikus yang ganteng tadi, "tapi siapa yang akan memasang klinting di leher si hitam?" "Yang jelas bukan saya karena saya tak berdaya dan kecil lagi." "Juga bukan saya," seru si kumis tebal. "Jangan aku," seru yang lain. Begitulah satu per satu merasa tidak mampu melakukan. Alhasil, karena tak sanggup melakukan tugas, rapat pun ditutup tanpa penyelesaian.

Sekian..!!๐Ÿ™๐Ÿฝ❤️๐Ÿ™๐Ÿฝ

๐Ÿ‘‰Jangan terlalu banyak Ngomong, kalau perbuatan Nihil.
"Manusia Tidak Akan Berarti Bagi dirinya Tanpa Perbuatan"

Sabtu, 09 Mei 2020

Hari ini adalah hari penuh sucakita di hidupku, tepatnya aku akan menyelesaikan bangku studi di salah satu universitas (wisuda). Walau hasilnya sangat memuaskan, aku sangat bersyukur Kepada-Mu Sang Sumber Pengetahuan.  Aku dan teman-teman sejurusan menempati kursi deretan keempat dari depan. 

Para tamu undangan, serta para orang tua para wisudawan-wisudawati telah menempati ruang sidang senat terbuka itu.  Terlihat acara pun segera akan di mulai, para  pimpian universitas memasuki ruangan sidang senat.

Singkat cerita..!!
Acara pun berakhir, kamipun berpose bersama dengan para pimpinan civitas akademik. Selanjutnya Aku berjalan menuju ke arah pintu keluar disitu di jemput oleh sanak-saudara yang telah menungguku. "Selamat Sukses." Kata mereka serentak, ada yang memeluk aku, adapula yang memberikan bunga. Ketika aku melihat ayahku, air mata ayah pun menetes di pipinya yang kerut itu sambil tersenyum manis, akupun memeluk ayahku dengan penuh kasih sayang. "Kaulah Paklawanku" kataku pada Ayah. Kamipun  melangkah menuju studio foto yang  sudah disediakan oleh panitia untuk mengabadikan moment itu.

Kemudian, aku bertemu dengan teman seperjuanganku dan kami saling berpelukan serta nangis kebahagiaan, kedua orang tuanya pun ikut nangis terharu.  Ibu dan ayahnya pun bertanya, "Mana? Ayah dan ibumu, Nak.!" Saat itu, aku terdiam membisu seribu bahasa. "Ayah ada dan ibunya sudah tiada." Sahabatku membisikan ke ayah dan ibunya. Sesudah itu aku pun pergi meninggalkan mereka dan berjalan ke ayah dan adik-adikku yang sedang menunggu.

Ketika melihat teman-temanku sangat bahagia berpose bersama Ayah dan Ibu mereka, aku pun duduk termenung dan bertanya-tanya seorang diri. "Aku rindu pelukan ibu, jika ibu ada disini, aku akan memeluk ibu dengan erat-erat."  

Walaupun  ibu telah tiada, aku jakin ibu pasti bahagia di sana dan aku akan mengenang budi baik ibu, terima kasih telah menghadirkan aku di dunia ini.

Akupun pulang bersama ayah serta adik-adikku menuju rumah, untuk mengucapkan syukur kepada Tuhan atas kebarhasilanku.

Sekian..!! ๐Ÿ™๐Ÿพ❤️๐Ÿ™๐Ÿพ

Jumat, 08 Mei 2020

Kama adalah kampung kecil yang terletak di pinggir sungai Baliem di kota Wamena. Sungainya yang teduh namun arus airnya sangat menghanyutkan, ia telah menelan banyak korban jiwa. Walaupun airnya tidak sejernih air zam-zam, ia menghasilkan ikan dan udang yang berlimpah.

Di kampung itu didiami beberapa kepala keluarga, keseharian mereka petani pekebun  dan nelayan lokal. Kampung itu di pimpinan oleh seorang kepala suku yang gagah dan berwibawa, ia mempunyai seorang anak laki-laki yang hobinya suka memancing.

Anak lelaki itu usianya kira-kira 18 tahun, suatu ketika anak itu hendak menjual hasil tangkapannya. Ia pun beranjak dari rumahnya hendak menjual ke pasar, di pertengahan perjalanan anak itu  bertemu dengan seorang pedangan warung makan dan menawarkannya. "Beliau bawah apa?" Sapa pedangan itu. "Ikan mujair." Sahut anak itu, sambil menunjukkan ikan yang dibawanya, "Kalau ikan yang kecil-kecil ini harga 30.000,- ribu, dan yang besar ini harganya 50.000,- ribu." Imbuhnya lagi. "Iya, aku akan ambil semuanya." Kata pedagang itu, "Ngomong-ngomong siapa nama kamu? Nak!" Tambah pedagang itu lagi. "Pak, sudah tahu namaku, tadi bapa sudah memanggil namaku." Tutur anak itu. "Nak! Aku serius, aku belum tahu namamu?" Kata pedangan warung. "Ohw...!! Namaku Beliau pak." Imbuh anak kepala suku itu. "Jadi namamu Beliau ya, Nak." Kata pemilik warung itu, terdiam.

Beliau pun, berjalan menuju pasar hendak membeli keperluan rumah dan keperluan alat-alat pancingnya. Sesudah membeli keperluannya Ia pun meninggalkan pasar dan berjalan ke perkampungan di pinggir kali Baliem.

Sekian...!!! ๐Ÿ™๐Ÿฝ❤️๐Ÿ™๐Ÿฝ

#sobBELIAU

Di sebuah kota, hiduplah seorang pengimis tua dan si pemalas. Suatu hari Pengemis tua itu, Berjalan perlahan, lelah, lemah mencari asa di tengah kota, mencari secuil belas kasihan serta mencari hati yang dermawan.

Pengemis tua itu berpakaian lusuh nan rapuh bermandikan peluh. Ia Terus melangkah dengan berbekal harapan demi bertahan hidup untuk melanjutkan sisa hidup.

Pengemis tua itu, Hanya sekedar mengemis uang recehan.
Ia tak pernah mengemis uang milyaran, mengemis jabatan dan mengemis kedudukan.

Si tua itu, Tak pernah tahu siapa pemimpin negeri (kota itu). Yang dia tahu setiap hari harus mengais rezeki, ia tak pernah tahu konstitusi yang menyatakan orang-orang seperti dirinya seharusnya dipelihara oleh negara.

Di tengah perjalanan, melewati sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh si tua suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Dia mengeluh, “Aduuuuh, alangkah malangnya nasibku ini, sepertinya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi tadi belum datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkonganku sehingga seluruh badanku menjadi lema. Oh, manakah hati yang belas kasihan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik.”

Mendengar keluhan itu, Si pengimis itu berasa kasihan lalu beliau pun mengambil sedikit uangnya dan membeli sebungkus nasi hendak diberikan kepada orang itu (si pemalas). Ketika dia sampai ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi nasi kepada si Pemalas tadi,  lalu ia meneruskan perjalanannya. 

Kemudian, Si Pemalas merasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas dia tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi Nasi dan secarik kertas yang bertulis,  ”Hai kawan, bukan begitu cara bermohon, bukan demikian cara berusaha. Perbuatan demikian “buanglah malas'mu", Sungguh  orang pemalas dan putus asa, tidak bekerja untuk keselamatan dirinya. Jika anda ingin senang, anda harus suka pada bekerja dan berusaha karena kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan. Orang hidup tidak disuruh duduk diam dan tidak seharusnya demikian pula tetapi harus bekerja dan berusaha."

Sekian...!!!!
๐Ÿ™๐Ÿพ❤️๐Ÿ™๐Ÿพ

๐Ÿ‘‰Pengimis yang Berbelas Kasih.
๐Ÿ‘‰Pengimis Mencari
๐Ÿ‘‰Pemalas Mengharapkan
๐Ÿ‘‰Tidak ada Si PENGIMIS yang PEMALAS
๐Ÿ‘‰ Hanyalah Si PEMALAS yang PEMALAS.

Senin, 03 Juni 2013

Kisah 31 Mei 2013 Patah Hati.

Puisi Ungkapan Patah Hati karena Cinta
Cinta membuat segalanya indah, karena cinta sesuatu yang pahit jadi manis, karena cinta yang sebuah luka jadi bahagia, kekuatan cinta memang sungguh luar biasa. Keindahan nya melebihi nikmat apa pun yang ada di dunia ini. Sebuah anugerah luar biasa yang harus kita syukuri.

Namun apa jadinya jika cinta yang indah itu tiba-tiba menjadi sebuah duka dan lara, bak sambaran petir menghantam bebatuan. Cinta yang dulu terasa indah kini serasa sebuah neraka yang dipenuhi duka dan lara. Begitulah mungkin yang dirasakan
Bagi anda-anda yang sedang patah hati.

Sebuah puisi tentang ungkapan patah hati akan saya sajikan buat si dia di bawah ini :

Kau.engkau.cintaaku Badita

Nirwana, surga, nikmat tak hingga
Sebuah naungan, impian setiap insan
Kau berikan warna, dalam setiap langkah
Kau pancarkan cahaya cintamu.

Bergetar, mengelegar.
Tamparan pedih, perih, sakit
Menusuk kulit, tulang, jantung
Tinggalkan luka, kau tusukan
Tajamnya pisau dalam lemah, hatiku
Saat kau ucapkan kata-kata itu
Sungguh tak kuasa kerebahkan rasa sakitnya hatiku

Teteskan air mata ini,
Ku lepas Dalamnya sanubari
Wahai engkau Cintaku Badita.


Demikian puisi tentang patah hati ini tergores pada Tanggal 31 Mei 2013 KPR Black Pasor Nabire..

AD BANNER

BTemplates.com

Kategori

AD BANNER

Aku Papua

Aku Papua

Izaak S Kijne

Izaak S Kijne

Firman Tuhan


"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohoni, kamu mengucap syurkur kepada Allah di dalam hatimu"



" KOLOSE 3:16"


Post Top Ad

Your Ad Spot

Sponsor

test
Responsive Ads Here

Pengikut

Popular Posts