Selasa, 14 September 2021

Ilustrasi-Salam

Ketika kita mendapatkan salam dari orang lain, baik yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal, ada perasan bahagia dan senang di dalam hati kita, berarti kita mendapatkan perhatian dari orang lain.

Salam adalah pesan yang ingin disampaikan kepada kita. Salam adalah bentuk ungkapan hati yang memiliki nilai dan memberikan makna damai sejahtera bagi siapa saja yang menerima salam itu.

Keadaan sekarang membuat kita sudah semakin sulit menjumpai seorang di jalan atau di mana saja mengucapkan selamat pagi, selamat siang, selamat sore atau selamat malam. Yang terjadi adalah tidak ada damai sejahtera.

Sebagai anak-anak Tuhan marilah kita belajar untuk menyapa terlebih dahulu memberikan salam kepada orang-orang yang kita jumpai di mana saja kita berada, saat kita berpapasan di jalan atau di mana saja. Dengan memberikan salam dengan sendirinya kita telah mengucapkan pesan, kabar gembira, damai sejahtera kita kepada siapa saja.

SalamπŸ™πŸΏ

#WargaDUMAY

#SELAMAT

#Pagi_Siang_Sore_Malam


Ilustrasi-Panci (Belanga)

Sang mentari mulai menampakkan diri, sinarnya yang berwarna kuning kemerahan kini mulai menutupi setiap sudut tempat. Seorang pemuda kini tengah berdiri di lorong jalan depan tempat permainan roleks. Tampak ekspresi ceria disertai senyuman tipis manis di wajahnya. Dengan memakai suiter berwarna biru menutupi tubuhnya. Pria itu memegang (Belanga Hitam)  yang isinya masih misterius, beralas kantong plastik hitam.

Pria itu meletakkan belanga miliknya di sudut meja. Dengan dihiasi senyuman,ia mengajak aku untuk menemani dirinya, dengan sedikit canda kami duduk bercerita tentang kejadian di dini hari tadi.   

Waktu kini mulai berlalu kami beranjak dari tempat duduk. Bergegas menuju tempat permainan bola sedok, pemuda itu pun membawa Belanga kesayangan miliknya. Aku pun penasaran dengan dengan isi belanga itu, hendak bertanya namun Pemuda itu tdk memberitahu isinya.

25 menit menempuh perjalanan menggunakan motor matic, kami pun tiba di tempat permainan bola sedok, dan membeli coin permainan. Si Ongko pemilik bola sedok merasa penasaran dengan apa isi belanga?yang di bawah Pemuda bersuiter biru. Ongko pun mendekati belanga itu dan membuka penutupnya "Ular.. ular.. ulaarrrrr........!!!" Sahut Ongko dengan suara terkejut. Ongko terdiam menjauh seribu bahasa dari pandangan kami.

Kami pun hanyut dalam tawa, dasar Belanga Hitam Ajaib..πŸ˜‚πŸ˜‚

Wasalam πŸ™πŸΏ

Salam Sehat

#PaceOPπŸ˜‚πŸ˜‚



Dunia setanic adalah sebuah komunitas dalam dunia gelap yang masif dalam hal mencari jiwa2 atau anggota. Segala macam cara mereka akan perbuat untuk mencari Member.

Ciri-ciri anggota setanic,dan aksesoris yang digunakan :

Kalung Besi Putih & liontin:

1.  Baphomet

2. Pentagram (Bintang 5 terbalik)

3. Dolpin

4. Sabil terbalik

5. Drak Angel (Salib tengkorak)

Cincin :

1.  Pentagram

2. Dolpin

3. Salib terbalik

4. Cincin tengkorak

Baju :

1.  Hitam 

2. Putih

Hitam cenderung hitam semua (baju-celana)

Putih cenderung putih semua (baju-celana)

Topi :

1.  Love Diabus

2. Love Hell

3. Love Lust

3. LoveL

Sering di jual di pasaran.

Waspada...!!

Kita adalah target dalam penyesatan saat ini.

Kalau sdh ketemu dng Mereka yang memakai aksesoris diatas.

#DuniaGELAP

#MONGOLSTREES


Kamis, 02 September 2021


Hari itu adalah tanggal 30 agustus 2021, hari yang paling bersejarah untukku. Mungkin orang lain akan menghiraukan tanggal itu tetapi tidak buatku. Aku dijaga ketat aparat keamanan berseragam lengkap dan preman. Tanggal 30 agustus adalah tanggal dimana ibuku menjenguk di Rumah Sakit Dok 2.

Dunia. Andai kau tahu dan dapat menceritakan pada semesta tentang kisah ini, serta kasih sayang seorang ibu yang paling dalam adalah, ketika melihat anaknya tersenyum, dalam kebahagiaan. Seperti embun yang menyejukkan rumput-rumput hijau ketika mentari menyembul. Seperti matahari yang terus bersinar menerangi semesta.


Kasih sayang seorang ibu. Sungguh tak terkira limpahannya. Apapun akan ibu lakukan demi membuatnya anaknya senang. Ya, hanya demi membuat separuh hatinya itu bisa tersenyum. 

Cucuran airmata pun berderai di tempat pembaringan (Ruang Paru), salam hangat pelukan sang bunda membuat aku tersenyum dalam kesakitan.

Dalam hening,ibuku duduk di sampingku dan berkata."Kami kemarin sore tiba dengan pesawat Garuda." Dengan nada suara yang masih menyimpan tangis sahut sang bunda, padaku.


Wasalam..!!

😭😭😭😭

#BEBASKAN_VY

#Hidup_MAMA_PAPUA

#GOD_BLESS


Jumat, 27 Agustus 2021

Pada tahun 1955 lahirlah seorang anak lelaki di Lembah Jila, Timika West Papua. Ia berasal dari Suku Amungme, salah satu suku yang hidup di pengunungan tepat di daerah operasi penambangan emas dan tembaga PT.FREEPORT. Sejak kecil, anak lelaki ini hidup seperti anak west papua lainnya, ia menyelesaikan Sekolah Dasar (SD) di Distrik Agimuga, melanjutkan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kokonau, namun saat di Sekolah Menegah Pertama (SMP) sekolahnya tak kunjung selesai. Kemudian, pada tahun 1973 dia melanjutkan pendidikannya ke Sekolah Guru Bawah (SGB), sekarang dikenal dengan SPG/SMU (Sekolah Pendidikan Guru/Umum) Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik Taruna Bakti Waena Jayapura. SGB selesai tahun 1974. Awal Januari 1975, dia kembali ke distrik agimuga dan tak melanjutkan ke Sekolah Guru Atas (SGA). Di sana dia hidup menjadi seorang guru selama setahun. Bulan Desember 1976, ia bergabung ke Markas Besar Victoria Waris Kabupaten Keerom, Kabinet Pemerintahan Revolusioner 1 Juli 1971 di bawah kepemimpinan Zet Rumkorem dan Jacob Pray. Sejak itu, ia hidup dan berjuang di hutan belantara selama puluhan tahun. Ia pernah berjalan kaki lebih dari lima bulan bersama pasukannya, melalui rute Wamena, Ilaga dan sampailah ke tanah Amungsa Timika West Papua, Markas Besar Victoria Waris untuk dilantik dan dikukuhkan sebagai Wakil Panglima KODAP (Komandan Daerah Perang) III (1975-1979) Nemangkawi Timika West Papua. Pada saat yang sama, turut dilantik tujuh KODAP lainnya. Ia kemudian menjabat Panglima KODAP III dari tahun 1980 sampai 2007 dan terakhir menjadi Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat/Organisasi Papua Merdeka (TPN-PB/OPM). Pada 1977, militer Indonesia melakukan operasi besar di Distrik Agimuga sampai ke pedalaman suku Amungme. Di tahun yang sama, militer indonesia juga melakukan operasi ke kabupaten Jayawijaya dan daerah-daerah di Pegunungan Tengah (Operasi Koteka). Sejak itu, perjuangannya semakin keras karena menyaksikan banyak warga West Papua yang menjadi korban dari operasi militer dan banyak juga warga West Papua yang lari ke hutan karena terancam hidupnya kemudian meninggal karena kekurangan makanan dan obat-obatan. Dalam situasi itu, ia tak bisa diam. Ia protes dan memimpin aksi perlawanan terbuka kepada Militer Indonesia dan PT.Freeport, yaitu melakukan aksi pemotongan pipa aliran tembaga yang mengalir dari Grasberg Tembagapura ke Porsite. Ia pun dengan berani melayangkan surat resmi ke pimpinan militer Indonesia, yang isinya mengajukan lokasi dan waktu perang agar tak ada lagi korban terhadap warga West Papua. Namun, surat itu ditolak dan korban pun terus berjatuhan. Namanya mencuat ke tingkat nasional dan internasional setelah menyandera Tim Ekspedisi Lorentz '95 di Mapenduma West Papua pada tahun 1996. Tim Ekspedisi Lorentz '95 adalah para peneliti dari Biological Science Club Universitas Nasional Jakarta Dan Emmanuel College, Cambridge University, Inggris. Mereka disandera selama sekitar enam bulan di hutan agar dunia mengakui kemerdekan West Papua yang telah merdeka selama 19 hari (1 desember 1961 - 19 desember 1961). Sosoknya pun kemudian dikenal melalui kesaksian seorang peneliti yang dibebaskan, dalam sebuah buku sandera: 130 hari terperangkap di Mapenduma (Pustaka Sinar Harapan, 1997). Kepada penulis Ray Rizal dan Nina Pane, Adinda Arimbi Saraswati menuturkan kesaksiannya hidup dan tinggal di camp persembunyian TPN-PB/OPM. Penuturan Arimbi, mengungkapkan sosok dari Panglima TPN-PB/OPM dengan karakter dan keunikan personal. Tak hanya terkesan sosok menakutkan, tapi juga Pangilma yang penuh wibawa dan kadang tertutur kekocakan para peneliti terhadap pribadinya. Setelah penyanderaan selesai, ia menjadi target operasi militer Indonesia. Bahkan, dianggap sebagai aktor utama sejumlah peristiwa penembakan dan kekerasan yang terjadi di West Papua, terutama di wilayah PT Freeport, Timika West Papua. Seperti penembakan dua guru warga negara Amerika di Mile 62-63 pada 2002, dirinya dituduh sebagai aktor dibalik peristiwa itu, namun ia menolak tuduhan dan menyatakan tidak bertanggung jawab atas insiden penembakan tersebut. Kemudian Juli 2009, sosoknya menjadi kontroversial pada peristiwa penembakan warga Australia dan beberapa orang sipil di areal konsensi PT. Freeport. Irjen FX Bagus Ekodanto, Kapolda Papua waktu itu, bertemu dengan dia dan hasil pertemuan itu diungkapkan bahwa ia bukanlah pelakunya. Namun saat seminar yang diadakan oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Pangdam XII Cendrawasih pada saat menyampaikan materi seminar mengatakan bahwa dia yang menjadi pelaku penembakan itu. Dan penembakan di bulan Oktober 2009 terjadi untuk terakhir kali tahun ini di wilayah tambang PT Freeport. Rabu, 16 Desember 2009, jam 03.00 Waktu West Papua, dia tewas tertembus sekitar empat peluru oleh Tim Densus 88. Di saat itu, dia dalam kondisi yang lemah. Dalam beberapa bulan terakhir, dia sebenarnya sedang menjalani proses pengobatan. Ketika ia disergap, ia berada di sebuah rumah warga dan ditemani beberapa orang warga sipil, yang diantaranya terdapat kerabatnya Pertemuan menjelang hari raya Natal itu adalah saat terakhir bagi sang Panglima TPN-PB/OPM. Kematiannya telah menggoreskan luka mendalam bagi rakyat Bangsa West Papua. Lonceng kebahagiaan Natal kali ini menjadi lonceng kematian seorang pemimpin besar dan terhormat, yang dikenal sangat humanis dan berani memperjuangkan keadilan di tanah Papua. Uskup Keuskupan Timika, Jayapura, Mgr. Philip Saklil Pr di depan jenazah mendaraskan doa dan kesaksiannya, “Dia memperjuangkan kemiskinan di tengah hutan bersama dinginnya udara, bukan di hotel-hotel berbintang” (Koran Tempo, 22 Desember 2009). Menurut Uskup Philip Saklil, selama 30 tahun lebih dia tetap konsisten memperjuangkan komitmennya melawan ketidakadilan dan perampasan hak-hak warga Papua. Bagi rakyat West Papua, kematiannya itu mengukir kembali memoria passionis (ingatan penderitaan) bagi bangsa Papua. Semasa di dalam perjuangan, dia pernah mengungkapkan sebuah doa kepada seorang pemuda aktivis Papua yang sangat dekat dengannya. Doa ini juga untuk mengantarkannya ke alam keabadian dengan tenang dan damai. Seorang aktivis Papua itu menuliskan ungkapan doanya tersebut demikian: “Selama 34 tahun ku bertahan di hutan belantara, ku daki bukit-gunung; ku lalui lembah, rawa; ku menyeberang kali, danau, sungai dan laut, ku tahan terik panas walaupun membakar kulit, ku tahan dingin dan bekunya tubuhku karena salju abadi warisan leluhurku hanya karena satu tekat, yakni demi tegaknya keadilan, kebenaran, kasih dan perdamaian di atas tanah leluhurku. Kini aku berseru dan berdoa sebelum kelak aku menghembuskan nafasku “Tuhanku bawalah pergi semua emas, tembaga, minyak, gas, ikan, semua tumbuhan dan hewan yang membuat pulau ini menjadi kaya. Dan berilah kami kembali hak KEMERDEKAAN itu. Orang-orang ini, mereka butuh semua yang Engkau taruh di tanah ini; tetapi semua barang ini bukanlah yang pernah, sedang atau akan minta padaMu. Bawa pergi semuanya dari tanah ini ke negeri mereka masing-masing dan berilah kami apa yang kami mintakan dari kemarin, sekarang, sampai besok juga kalau perlu.” Semoga doa ini didengar oleh bangsa dan pemerintah Indonesia, untuk kehidupan yang damai dan tenang di tanah Papua. Selamat jalan pejuang keadilan. Selamat jalan Tuan Jenderal. Tinggallah dalam Damai, Rest in Peace! Siapakah dia? Bagaimana masa depan Papua pasca kematiannya? Bagaimana nilai-nilai perjuangannya? Apakah memberikan inspirasi kepada perjuangan Papua selanjutnya? Dia adalah Keletus Kelly Kulalok Kwalik, rakyat Papua memanggilnya Tuan Jenderal Kelly Kwalik (Umeki Kwalik).

Minggu, 15 Agustus 2021



Alam Papua sangat indah, dipandang dan ditelusuri. Sinar mentari pagi tersenyum manis, semanis coklat, tetesan embun masih membekas di antara rimbunan tumbuhan. Dalam kekosongan jiwa ada kekosongan raga, otakku terus berfikir saat ku lihat langit biru, menatap awan putih yang bersih. Sungguh nikmatnya saat panca indra ini dapat selalu merasakan karunia Tuhan, kenikmatan yang tak dapat tergantikan. Entah mengapa ada yang berbeda di hari minggu ini, tak pernah kubayangkan saat membuka mata ada nuansa dan pengalaman baru di tempat ini. Akankah ini bertahan lama? Selalu berdo'a dan berharap untuk mewujudkan semuanya.

Tersadar dalam anganku ketika telephoneku berdering, ku baca pesan singkat WA yang masuk, Keponakanku (None) mengundang berlibur ke Air terjun untuk menghabiskan waktu liburan hari ini. Riang bukan kepalang tanpa berfikir panjang kuiyakan ajakannya. Bergegas kumenyiapkan segala perlengkapan untuk segera berangkat

Tak butuh waktu lama kami siap untuk berangkat ke tempat tujuan. Tempat ini merupakan tempat favorit dijadikan pusat rekreasi para penduduk Nabire. Kota kecil dengan penduduknya yang rukun, ramah dan damai itulah prinsip mereka, tidak ada perselisihan antara sesama, kota yang didiami berbagai suku etnis ibaratkan Nusantara kecil di negara ini.

Memasuki komplek perumahan warga, sangat terasa suasana kemewahan di tempat ini, dibandingkan dengan perkembangan di pusat kota, mobil mewah di setiap rumah, kondisi bangunan yang kokoh dan megah. Setibanya ku di tempat berenang. Canda tawa penuh keceriaan terlihat dari ekspresi kita seperti tak ada beban yang kita rasakan.

Keakraban antara kami seperti keluarga yang tak ada jarak batasnya, aku anggap mereka adalah keluarga terbaikku yang aku miliki. 

Entah berapa menit kemudian datang seorang senior kebetulan beliau juga akrab dengan kami, suasana semakin ramai berkumpul bersama di hari Minggu bersama keluarga, menghabiskan waktu untuk saling berbagi dan potret bersama.

Waktu menunjukkan pukul 12.00 WPB, kami juga sudah terlihat lelah setelah lama menenggelamkan tubuhnya di air terjun. Kami bersiap bergegas untuk melanjutkan perjalanan selanjutnya. Setelah berenang ada sesuatu yang harus dilakukan sebelum melanjutkann perjalanan, karna ada suara berteriak dari dalam diri, yaitu perut yang mulai bergemuruh untuk segera di isi bahan bakarnya. Kami sepakat untuk makan di sebuah rumah makan yang terkenal dengan kelezatannya (Ikan Bakar ala Laggari).

Perut sudah terisi kenikmatan duniawi, mengucap syukur atas apa yang kudapatkan hari ini. Perjalanan kami lanjutkan menuju ke istana masing-masing.

"Membosankan Melelahkan namun ada Keceriaan, perjalanan hari ini." Minggu 08-08-21. 
Sekian πŸ™πŸΏ

 Burung merpati adalah burung yang sering dijadikan lambang cinta, perdamaian, kesucian dan kelemahlembutan. Roh Kudus pun sering dilambangkan dengan burung merpati. Ketika Yesus selesai dibaptis, Roh Kudus turun ke atas-Nya dalam bentuk burung merpati. Peristiwa ini melambangkan bahwa Roh yang turun ke atas Yesus adalah Roh yang suci dan tanpa cela.

Kisah burung merpati juga dijumpai di dalam peristiwa air bah. Ketika bumi tertutup oleh air untuk suatu waktu, Nuh ingin melihat apakah ada daratan yang sudah kering, sehingga ia melepaskan sebuah burung merpati yang akhirnya kembali dengan membawa sehelai daun zaitun yang segar dalam paruhnya. Secara simbolik, kisah burung merpati itu menunjukkan bahwa Allah menyatakan perdamaian kepada manusia setelah air bah membersihkan kejahatan dari muka bumi.

Ada beberapa filosofi yang dapat kita pelajari dari burung merpati.

Pertama, burung merpati adalah burung yang setia terhadap pasangannya. Berbeda dengan beberapa hewan ataupun burung yang berganti-ganti pasangan untuk berkembang biak, merpati adalah burung yang setia terhadap pasangannya. Pasangan burung merpati biasanya satu untuk seumur hidupnya. Itulah alasan mengapa merpati kerap dijadikan sebagai lambang kesetiaan dalam hubungan.

Kedua, burung merpati adalah burung yang tahu kemana dia harus pulang. Betapa pun merpati terbang jauh, dia tidak pernah tersesat untuk pulang. Pernahkah ada merpati yang pulang ke rumah lain? Jawabannya adalah "tidak!"

Ketiga, burung merpati adalah burung yang romantis. Coba perhatikan ketika sang jantan bertalu-talu memberikan pujian, sementara sang betina tertunduk malu. Pernahkah kita melihat mereka saling mencaci? Jawabannya, "tidak!"

Keempat, burung merpati tahu betul bagaimana membangun sebuah kerjasama. Hal ini terlihat ketika sepasang merpati bekerja sama membuat sarang. Sang jantan dan betina silih berganti membawa ranting untuk sarang anak-anak mereka. Jika sang betina mengerami, sang jantan berjaga diluar kandang. Jika sang betina kelelahan, sang jantan gantian mengerami dan merawat anak mereka.

Kelima, burung merpati adalah burung yang tidak mempunyai empedu, sehingga merpati tidak menyimpan "kepahitan-kepahitan" dalam hidupnya. Hal ini memiliki makna bahwa seseorang yang tidak memendam kepahitan dalam hidupnya, berarti dia adalah orang yang tidak menyimpan dendam terhadap siapa pun.

Sudahkah kita setia seperti burung merpati? Sudahkah kita menghargai sesama kita? Sudahkah kita memaafkan untuk setiap kesalahan sesama kita?

Jika seekor burung merpati bisa melakukannya, mengapa manusia tidak bisa? Hidup itu indah jika kita saling mengerti, berbagi dan menghargai.


Sabtu, 14 Agustus 2021

Layaknya kamera yang hasilnya bergantung pada apa yang kita fokuskan, begitupun kehidupan. Kita bisa memfokuskannya untuk memotret hal-hal yang baik, juga bisa untuk menangkap hal-hal yang buruk.

Jadi, pilihannya tergantung kita, apa yang mau kita lihat dan apa yang mau kita fokuskan dalam hidup ini?

Jika kita mampu memotret dan berfokus kepada hal-hal yang baik dan indah yang kita miliki serta menikmati hidup ini, kita akan memiliki kehidupan yang bahagia.

Sebaliknya, jika kita senantiasa berfokus kepada kesialan, cacat, kemalangan, dan cela yang kita atau orang lain miliki, hal-hal buruk yang terjadi dalam hidup kita, dan berpikir orang selalu mencoba menipu kita atau menjatuhkan kita, sudah dipastikan hidup kita akan penuh dengan drama dan penderitaan.

"Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu. Dan apa yang telah kamu pelajari dan apa yang telah kamu terima, dan apa yang telah kamu dengar dan apa yang telah kamu lihat padaku, lakukanlah itu. Maka Allah sumber damai sejahtera akan menyertai kamu." (Filipi 4:8-9)


Jumat, 14 Mei 2021

Semburat mentari menyinari langit

Hingga cahayanya turun ke bumi

Engkau menari di sana

Langkahmu mengayun anggun

Lupakan diriku pada sekelilingku


Yang ku mau hanya bersanding dirimu selalu

Cahaya memancar dari dirimu

Aura keagungan menebar pesona

Siapapun akan hanyut


Sayangku, lihatlah kepadaku

Aku mengagumi dirimu sepenuh hati

Nan tak ada yang menandingi

Oranye kuning jingga biru warna hatiku

Venus hatiku

Aku takluk di hadapmu


"Laporan selesai."

Goresan, Dinand Giyai


Jumat, 05 Maret 2021

Hijau ialah warnaku. Emas perak berharga itulah kulit kulitku. Sungai sungai itulah nadiku, di sana aku hidup, di sana aku mengalir, di sana aku memberikan apa yang ada pada diriku. Aku berada di tengah tengah di antara saudara saudaraku. Di Papua aku terlahir. Terlahir sebagai seorang yang penuh kekayaan. Aku sumbangkan kulit kulitku untukmu, aku alirkan hasil dariku kepadamu. Terutama mereka yang ada di bagian barat. Karena aku tahu mereka perlu banyak hasil daripada diriku. Aku hanyalah hutan hijau nan rimba. Aku hamparan tanah luas yang terjarah. Aku adalah rumah besar bagi flora dan fauna dunia. Aku adalah tempat kecantikan alam berada. Akulah Papua.

Aku sumbangkan oksigen untukmu dan juga dunia melalui rimbaku. Di dalamku tidak ada gunung api seperti yang ada pada mereka yang di barat. Sehingga aku menjadi pulau yang cukup aman untuk dihuni. Sangat berpotensi tinggi untuk menciptakan kesejahteraan bagi pendudukku. Ya, pontensi yang tinggi namun tidak tercapaikan.

Aku adalah sedih, aku adalah rasa, aku adalah peduli dengan apa yang aku rasakan. Terus menyeru dan serulah kami dari timur hingga tak-tak bosan, hingga mereka tak berikan apa yang pantas bagiku. Meratap sedih aku kepadamu wahai si timur, Nusantara tak akan menjadi Nusantara jikalau tiada Papua, namun apa yang diberikan Nusantara kepadaku hingga saat ini.?

Jangan kalian lupakan aku, akulah Papua yang paling timur tempat matahari terbit, salah satu daerah yang paling luas di bumi ini. Aku adalah Papua punya banyak potensi, banyak, sangat banyak. Akulah sang mutiara hitam dari timur, aku adalah lumbung emas Dunia. Pesonaku tidak terbatas gunung-gunung, lembah-lembah dan laut-laut sahaja, namun berikut juga isinya.

Aku berada paling jauh dari ibu Nusantara, sehingga aku pun berharap bisa menikmati apa yang kalian nikmati di arah tengah dan barat, aku ingin seperti kalian namun hanya sebatas kata. Aku sunggu bangga dengan Papua.

Kini rimbaku telah berkurang. Berganti dengan lahan-lahan sawit  nan curam. Dan itulah alasan orang-orang rakus itu membuat kawah-kawahnya di badanku. Kini aku renta, kini aku rapuh. Setelah dicabut rimba itu daripada badanku, maka runtuhlah kulitku karena tak ada yang mengikatnya.

Aku yang sekarang adalah aku yang luka, aku yang sakit dan aku yang tergerus. Terus tergerus, diberangus. Namun tidaklah mengapa, semua dariku adalah untuk Papuaku. Supaya tercapai citanya, supaya tercapai mimpinya yang kuharap bukanlah mimpi yang semu dan bias akibat tekanan dunia. Aku berteriak lantang bersama Rimbaku, di garda tengah aku bersuara. Menyuarakan lantang senandung Shimpony Rimba. Berharap kalian membalas sedikit dari apa yang aku berikan. Janganlah terpaku dengan sisi kalian, lihatlah kami yang ada di timur. Kami inilah penyumbang terbesar bagimu. Wahai Papuaku, benar katamu aku adalah kaya, aku adalah surga, namun surga yang seram.

πŸ‡¨πŸ‡ΊπŸ‡¨πŸ‡ΊπŸ‡¨πŸ‡ΊπŸ‡¨πŸ‡ΊπŸ‡¨πŸ‡ΊπŸ‡¨πŸ‡ΊπŸ‡¨πŸ‡ΊπŸ‡¨πŸ‡ΊπŸ‡¨πŸ‡Ί


Selasa, 26 Januari 2021

Sophia adalah sebuah robot humanoid yang dikembangkan oleh perusahaan berbasis di Hong Kong, Hanson Robotics. Robot tersebut dirancang untuk memberikan jawaban berbagai pertanyaan dan telah "diwawancara" di seluruh dunia. Pada Oktober 2017, robot tersebut menjadi warga negara Arab Saudi. Sophia adalah robot pertama yang meraih kewarganegaraan dari sebuah negara.

Tahun ini, perusahaan yang memproduksi robot humanoid ini memiliki misi untuk memproduksi massal robot ini pada akhir tahun 2021.

Robot humanoid, Sophia, yang memiliki kemampuan sosial akan diproduksi massal di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Robot Sophia disebut bisa membantu untuk merawat orang sakit atau memberikan terapi. Dan Kemampuan lain robot Sophia secara konsep mirip dengan program komputer ELIZA.

Tujuan dari pembuatan program ELIZA adalah untuk meniru pembicaraan antara seorang psikolog dan pasiennya yang dimana Eliza berperan sebagai psikoterapis dan memberikan saran dan nasihat tentang masalah penggunanya. Kunci metode operasional Eliza melibatkan rekognisi dari isyarat kata-kata atau kalimat input, dan output berupa tanggapan yang telah dipersiapkan atau diprogram, yang dapat meneruskan percakapan dengan suatu cara sehingga tampak bermakna.

Kecerdasan buatan itu sesuatu yang diciptakan oleh manusia, untuk menggantikan manusia. Walau pun menyadari bahwa kecerdasan buatan bisa jadi adalah suatu ancaman untuk manusia, tapi manusia masih saja mengembangkan apa yang disebut dengan kecerdasan buatan. Manusia masih saja mencoba mengembangkan/ mendapatkan sesuatu (teknologi) yang baru, yang dapat berpikir seperti manusia.

Hal ini terjadi karena adanya ketidakpuasan dalam diri manusia, manusia ingin mendapatkan sesuatu dengan cara yang lebih mudah. Lagipula memang ada keterbatasan-keterbatasan dalam diri manusia, seperti otak manusia yang hanya mampu berpikir dengan frekuensi kira-kira 100 Hz dan karena manusia mempunyai rasa lelah. Bandingkan dengan komputer sekarang yang mampu mengolah data dengan frekuensi 4 GHz. Komputer juga tidak mempunyai rasa capai walau pun harus mengolah data yang sama berulang-ulang.  Otak manusia dan otak Komputer akan bersaing di awal 2021 dan kita ikuti bola yang bergulir di para elit ilmuwan.

Minggu, 30 Agustus 2020

Jayapura, Jubi – Komisi Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meminta Indonesia menjelaskan beberapa hal terkait dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Provinsi Papua dan Papua Barat dalam dua tahun terakhir. Permintaan ini disebutkan dalam dokumen CCPR/C/IDN/QPR/2 tentang List of issues prior to submission of the second periodic report of Indonesia.

Meskipun dokumen ini mencakup area yang lebih luas tentang masalah sipil politik di Indonesia, dokumen 6 halaman ini secara khusus menanyakan kepada Indonesia tentang kondisi Papua dan Papua Barat terkait dengan kekerasan terhadap perempuan, hak untuk hidup, pengungsi, berkumpul secara damai, kebebasan berekspresi, partai lokal dalam konteks Otonomi Khusus, dan tanggapan otoritas terhadap penentuan nasib sendiri atau referendum. Dokumen ini juga memuat pertanyaan tentang langkah-langkah untuk mengakhiri diskriminasi rasial terhadap Orang Asli Papua dalam konteks perlindungan hak minoritas. Komisi secara khusus meminta publikasi data sensus yang diperbarui yang dipilah berdasarkan latar belakang etnis.

Berdasarkan dokumen CCPR/C/123/3 tentang Simplified reporting procedure, laporan periodik tentang kondisi HAM setiap negara ditinjau oleh PBB dalam dua proses. Menurut paragraf 24 dokumen ini, negara yang ditinjau bisa mengambil prosedur yang disederhanakan. Jika laporan yang dilakukan melalui prosedur ini terlalu terlambat, maka PBB bisa menerapkan klausul pada paragraf 25, yang meminta negara yang ditinjau perlu membalas dalam waktu satu tahun setelah menerima List of issues prior to submission of the second periodic report.

“Indonesia diharapkan menjawab pertanyaan yang ada dalam List of issues prior to submission of the second periodic report satu tahun setelah diterbitkannya list tersebut,” tulis perwakilan Komisi HAM PBB di Jenewa, Swiss kepada Jubi melalui surat elektronik, Sabtu (29/8/2020).

List of issues prior to submission of the second periodic report of Indonesia itu diterbitkan tanggal 6 Agustus 2020.

Berikut 18 isu tentang Papua dalam dokumen tersebut :

1. Perdasus No. 1/2011 tentang Hak Perempuan Papua untuk korban kekerasan dan pelanggaran HAM

2. Pembunuhan di luar hukum oleh aparat keamanan, termasuk informasi tentang jumlah korban berdasarkan etnis,khususnya Orang Asli Papua

3. Program reparasi untuk keluarga korban dan status hukum terakhir dari kasus Paniai (2014),Wasior (2001) dan Wamena (2003).

4. Langkah-langkah yang diambil untuk membentuk mekanisme independen untuk memastikan pertanggungjawaban atas tuduhan perlakuan buruk oleh penegak hukum dan petugas keamanan dari orang-orang yang ditahan

5. Langkah-langkah yang diambil untuk melindungi pengungsi, pencari suaka dan pengungsi internal, termasuk mereka yang mengungsi karena konflik di Provinsi Papua dan Papua Barat. Termasuk dalam hal ini adalah : (a) langkah-langkah yang diambil untuk memberikan perlindungan yang memadai terhadap refoulement dan menetapkan prosedur penentuan status pengungsi; (b) data statistik tentang orang-orang yang mengungsi dan kondisi kehidupan mereka serta rencana untuk memantau dan membantu kepulangan mereka; dan (c) tindakan yang diambil untuk mencegah penyebaran COVID-19 di antara mereka.

6. Harap berikan informasi tentang upaya yang dilakukan untuk memastikan akses ke pengadilan, independensi peradilan dan peradilan yang adil

7. Semakin banyaknya kendala yang terjadi dalam konteks debat akademik, keterlibatan politik atau kegiatan serupa, termasuk pelarangan topik penelitian tertentu di perguruan tinggi, seperti isu yang berkaitan dengan Papua,

8. Dugaan pembatasan akses jurnalis asing ke Provinsi Papua dan Papua Barat termasuk informasi tentang upaya untuk menjamin dan mempromosikan kebebasan pers;

9. Kekhawatiran bahwa kriminalisasi pencemaran nama baik dan penerapan sewenang-wenang ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik dan KUHP, termasuk tentang makar, informasi hoax, dan hasutan permusuhan, digunakan untuk membatasi kebebasan berekspresi.

10. Pemadaman sebagian internet di Provinsi Papua dan Papua Barat pada bulan Agustus dan September 2019.

11. Kekhawatiran bahwa pasal 106 dan 110 KUHP digunakan untuk membatasi ekspresi yang sah dari hak berkumpul secara damai;

12. Kekhawatiran bahwa polisi tidak mengeluarkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan sebagai tanggapan atas surat pemberitahuan demonstrasi yang disampaikan oleh penyelenggara protes dan menggunakan tidak diterbitkannya surat pemberitahuna ini untuk membatasi pelaksanaan hak berkumpul secara damai, khususnya di Provinsi Papua dan Papua Barat;

13. Penggunaan kekuatan yang berlebihan untuk membubarkan demosntrasi damai, termasuk protes pada bulan Agustus dan September 2019 di Suyabaya, Malang dan kota-kota di seluruh Provinsi Papua dan Papua Barat serta dalam protes pasca pemilihan pada Mei 2019

14. Penjelasan tentang tata cara pembentukan partai politik lokal di Provinsi Papua dan Papua Barat terkait dengan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

15. Informasi tentang kesesuaian dengan Kovenan hukum dan tindakan lain yang diambil sehubungan dengan seruan untuk referendum dan penentuan nasib sendiri di Papua dan protes tanpa kekerasan yang menganjurkan alasan yang sama, termasuk tentang penggunaan kejahatan makar (makar) di bawah pasal 106 dan 110 KUHP.

16. Informasi mengenai laporan yang menuduh bahwa milisi dan kelompok nasionalis telah secara aktif terlibat dalam tindakan kekerasan di provinsi Papua dan Papua Barat serta tindakan yang diambil oleh pihak berwenang untuk mencegah pelanggaran hak asasi manusia semacam itu.

17. Langkah-langkah yang diambil untuk mencegah dan memberantas diskriminasi rasial terhadap orang asli Papua oleh aktor non-negara dan lembaga pemerintah, termasuk polisi, militer dan lembaga peradilan pidana.

18. Data demografi dan sensus yang dipilah berdasarkan latar belakang adat / etnis untuk Provinsi Papua dan Papua Barat dan rencana untuk menerbitkan hasil sensus 2020. (*)

Sumber, tabloid Jubi.


Selasa, 23 Juni 2020

Keunikan adalah milik anda sepenuhnya, pernahkah kita mempertimbangkan betapa spesialnya anda dan saya, tak seorang pun yang sama dengan yang lain bahkan tubuh jasmani kita.

Misalnya:
WARNA KULIT, TELINGA, RAMBUT, MATA, HIDUNG, TANGAN, KAKI, JANTUNG DLL.  Bahkan tiada ada seorang pun yang memiliki BAU BADAN sama seperti anda dan saya.

Namun sayangnya kami bangsa Papua sering diungkapkan kata Rasis yang di samakan dengan seekor binatang oleh saudara kami.

Anda, perlu ketahui bahwa bintang pun memiliki keunikan tersendiri contoh, seekor anjing dapat mengenali tuannya dari bau badannya. Sama halnya dengan Gorila, ia akan bangkit melawan  untuk melindungi spesiesnya dari serangan musuh, Ia tidak pernah kalah dari serang musuh.

"Anda dan Saya adalah Istimewa."
"Anda dan Saya sempurna di mata Tuhan."
Sekian..!!

πŸ™πŸΏ❤️πŸ™πŸΏ
#Salam❤️
(Terinspirasi dari bacaan Minggu ini,  Oleh: Pastor Amandus Rahadat, Pr)
#PastorParokiKatedralTimika
#Introspeksi_Diri


Alkisah, ada anak berusia 5 tahun minta dimandikan oleh ibunya. Kedua orangtuanya sangat sibuk dan ketika keinginan anak itu sampaikan kepada ibunya, ibunya menyuruh pembantunya memandikan si kecil. Ketika ibunya pulang, ia mendapati bahwa anak itu belum mandi dan ia memarahinya.

Pagi-pagi, anak itu sudah ada di pintu kamar ibunya. Ketika ibunya mau pergi, ibunya memarahi dan menyuruh pembantunya untuk memandikan, sedangkan ibunya pergi tanpa menghiraukan permintaan anaknya.

Siang itu, si anak sakit demam tinggi. Si pembantu berusaha menghubungi handphone tuan dan nyonyanya, tetapi tidak terhubung. Pembantu ini kebingungan dan meminta tolong tetangga untuk membawa anak itu ke dokter. Di tengah perjalanan, si anak meninggal.

Sore harinya telepon baru terhubung. Dengan ketakutan, si pembantu memberitahukan bahwa anak itu meninggal. Dengan tergesa-gesa, sang ibu datang dan menemukan anak itu terlentang kaku. Dengan berlinang air mata, ibu itu bertanya, "Apa yang terjadi sebelum anaknya meninggal?" Pembantu itu memberitahukan bahwa si anak ingin ibunya memandikannya. Dengan linangan air mata, ibu itu memandikan anak yang sudah kaku---sudah terlambat, nasi sudah jadi bubur.

Sekian..!!!
πŸ™πŸΏπŸ€—πŸ™πŸΏ


Rajawali tidak terbang seperti burung-burung lainnya. Mereka terbang dengan mengepakkan sayapnya. Namun, rajawali melayang dengan anggun, membuka kedua sayapnya lebar-lebar dan memanfaatkan kekuatan angin untuk mendorong tubuhnya. Hal itu membuat rajawali sangat spesial adalah ia benar-benar mengetahui waktu yang tepat untuk terbang.

Ia berdiam di puncak gunung tinggi, membaca keadaan angin, dan pada saat yang tepat, ia mengepalkan sayap untuk mendorongnya terbang. Lalu, ia membuka sayapnya lebar-lebar, kemudian melayang dengan memanfaatkan kekuatan angin.

Bagi rajawali badai ada media yang tepat  untuk menguatkan sayapnya. Ia terbang menembus badai itu, melayang didalamnya dan melatih kekuatan sayapnya. 

Namun, kita perlu belajar dari Rajawali, kita mau terbang melintasi badai hidup ini.  Mari kita simak lirik lagu Rohani dan merenung sejenak.

BAGAI RAJAWALI
-------------------------------
Hanya kepadaNya 'ku 'kan berlari-lari
Di saat 'ku bimbang dalam hidupku
Yang aku percaya dalam hadirat-Nya
Walau 'ku melangkah dalam tekanan
Badai pencobaan datang menghadang
Yang aku percaya dalam hadirat-Nya
Ada kekuatan yang baru
Reff:
'Ku 'kan terbang tinggi bagai rajawali
Di atas segala persoalan hidupku
Dan aku percaya saat 'ku bersama Dia
Tiada yang mustahil bagi Dia
πŸ™πŸΏ❤️πŸ™πŸΏ

AD BANNER

BTemplates.com

Kategori

AD BANNER

Aku Papua

Aku Papua

Izaak S Kijne

Izaak S Kijne

Firman Tuhan


"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohoni, kamu mengucap syurkur kepada Allah di dalam hatimu"



" KOLOSE 3:16"


Post Top Ad

Your Ad Spot

Sponsor

test
Responsive Ads Here

Pengikut

Popular Posts